Sabtu, 27 September 2014

DAY 8 part 2
















Menurut pendapat saya manusia adalah mahluk yang bebas. Manusia memiliki hak untuk memiliki kebebasan. Contohnya bebas memilih pekerjaan, bebas untuk merasa senang , bebas memeluk agama, bebas melakukan apa saja yang dinginkannya. Tetapi tentu saja setiap manusia harus menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab dan tidak boleh merugikan orang lain. Namun, sekarang ini banyak orang yang menggunakan kebebasan secara tidak bertanggung jawab, akibatnya harus diberi batasan – batasan agar orang dapat menggunakan kebebasannya secara positif.
KEBEBASAN
Jiwa dan Kebebasan
  • Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya
  • Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas
  • Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas
  • Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanism
Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan” (Erich Fromm, The Fear of Freedom, 1960)
Artinya, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia.

Pandangan Determinisme
  • Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
  • Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik ( Determinisme fisik-biologis,  psikologis,  sosial dan  teologis )
Kebebasan sebagai Eksistensi Manusia
Kelemahan determinisme:
  • Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia (paradoks tidak meniadakan kebebasan juga keharusan, bukan? )
  • Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
  • Menafikan adanya tanggung jawab (tak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan, bukan?)
Kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia
  • Manusia hidup dalam “kemungkinan dapat” atau berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
  • Adanya tanggung jawab (bagaimana kehidupan berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab?)
  • Makna perbuatan moral ada pada kebebasan  ( Pandangan Immanuel Kant tentang kebebasan dan kehidupan moral )
Apa Arti Kebebasan ??
  • Pengertian umum / Kebebasan negative / tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
  • Pengertian khusus / kebebasan eksistensial : Penyempurnaan diri, kesanggupan memilih dan memutuskan, kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan / hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)
Jenis – Jenis Kebebasan
  • Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
  • Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain )
  • Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial: 
          1.Melibatkan pertimbangan
          2.Mengedepankan nilai kebaikan
          3.Menghidupkan otonomi
          4.Menyertakan tanggung jawab
Kebebasan Sosial
Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif
4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:
  • Menyertakan pengertian
  • Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
  • Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
  • Terkait dengan hakikat manusia sebagai mahkhluk social
Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
  • Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
  • Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
  • Era kontemporer (pascamodern?), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
  • Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri
Sumber :
Slide show dan penjelasan oleh Bapak Bonar Hutapea, M.Si. Psi 
http://mkalty.org/freedom-quotes-2/



DAY 8 part 1













MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia
  • Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya
  • Afektivitaslah yang membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dengan orang lain dan memdorong orang untuk mencintai, mengabdi, dan menjadi kreatif.
  • Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yang disebut ‘suasana hati’. Orang bersuasana hati baik : bila semua kemampuan bekerja dengan baik.

Apa yang Bukan Perbuatan Afektif ??
  • Cinta membuktikan diri dalam perbuatan. Cinta mendahului perbuatan – perbuatan.
  • Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.

Apa yang Merupakan Perbuatan Afektif ??
  • Hidup afektif atau afektifitas adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
  • Perbuatan afektif sedikit mirip degan  ‘perbuatan mengenal’  karena dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan  ‘perbuatan mengenal’  karena perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pada obyek.

Kondisi Afektivitas Manusia
  • Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya.
  • Apakah kesenangan harus dicurigai? Saya hidup dibawah ‘cara afektif ’ kesenangan, bila saya sungguh bersatu dalam perasaan dan pikiran dengan apa yang baik bagi saya. Kesenangan = perasaan yang dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.
Catatan tentang Cinta akan Diri, Sesama dan Tuhan
    Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme, maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh - sungguh.
   Egoisme menolak setiap perhatian otentik pada orang lain. Orang egois hanya mengambil untung dari apa saja.
    Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh jiwa/hati, tidaklah itu sama dengan mengasingkan diri dari diri sendiri? Tidak. Tuhan tidak melawan kita. Ia transenden dan imanen.
St. Agustinus:  Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing2. Ia = dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan.

Sumber:
Slide show dan penjelasan oleh Dr.Raja Oloan Tumanggor
http://1mphotos.com/love-quotes/

                                                                                           Salam Hangat,
                                                                                                 Audrey

Jumat, 26 September 2014

DAY 7

DIALOG JIWA DAN BADAN

Badan    :“ Hai jiwa kenapa kamu tampaknya murung?”
Jiwa      :”Aku murung karena badan merokok.”
Badan    :”Ohh maaf,  aku  tidak bisa menahan kebutuhanku untuk merokok.”
Jiwa :“Cobalah untuk berhenti, aku menjadi susah untuk bekerja maksimal, fungsiku menjadi terganggu.”
Badan    : “ Tapi tanpa rokok aku tidak bisa, zat –zat dari benda itu yang membuatku  ingin terus mengisapnya.”
Jiwa      : ”Tolongg hentikann… karena badan, jiwa bisa hancur, jiwa semakin sulit untuk  berkonsentrasi, berpikir dan tidak bebas.”
Badan    :” Baiklah karena hubungan kita dekat, Badan akan mengurangi jumlah rokok yang dihisap.”
Jiwa      : “Terima kasih Badan. Jiwa berharap Badan bisa berjuang melawan rokok itu.”
Badan    :” Iyaa Jiwa, Badan akan berjuang melawannya demi kebaikan Jiwa.”
Jiwa      :” Jiwa akan memperingatkan bila Badan melakukannya lagi. Badan pasti bisaaa….”
Badan    :”Hahaha… terimakasih Jiwa, kita harus terus saling memperingatkan dan memperhatikan yaa..”
Jiwa       :”Tentu saja, Badan. Sekarang, Jiwa dapat berfungsi dengan baik dan maksimal.”  

Sumber :
https://www.pinterest.com/pin/572872015071569070/


BADAN DAN JIWA
PENGANTAR
Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.

Dua Aliran yang Melihat Jiwa dan Badan Bertolak Belakang
1.Monoisme
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Tiga bentuk aliran ini :
1.Materialisme: menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pada materi.
2.Teori identitas: mengakui aktivitas mental manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pada arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yang sama.
3. Idealisme: ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dengan sesuatu yang iamterial yaitu jiwa.

2.Dualisme
Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaanya ada dalam pengertian dan objek.
Empat cabang:
1.Interaksionisme : focus pada hubungan timbal balik antara jiwa dan badan.
2.Okkasionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.\
3.Paralelisme : sistem kejadian ragawi terdapat di alam , sedangkan system kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
4.Epifenomenalisme: melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf.

BADAN
1.Elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia
2. Kumpulan berbagai entitas material yang membentuk mahluk.
3. Hakekat badan bukan pada identitas materialnya, tetapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan : tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll.

JIWA
Jiwa adalah kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.
Empat kemampuan dasar jiwa:
Penginderaan, penginderaan khusus, tanggapan, memberikan tanggapan demi kebaikan.

Kesimpulan :

Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk eksistensi manusia. Jiwa tidak berfungsi dengan baik kalau tidak ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.   

Sumber:
slide show dan penjelasan dari oleh Dr. Raja Oloan Tumanggor

                                                                                                             Salam Hangat,
                                                                                                Audrey

Kamis, 25 September 2014

DAY 6















ETIKA DAN MORAL
Haii teman – teman hari ini kita akan mempelajari etika dan moral. Selamat membaca.. 
Apa Itu Etika???
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ETHOS” yang memiliki arti kebiasaan.
Etika artinya ilmu tentang baik atau yang buruk. Artinya sama dengan filsafat moral.
Macam – Macam
1.Etika Perangai : berdasarkan perangai manusia
2.Etika Moral : berdasarkan kodrat manusia
Obyek Material Dan Obyek Formal Etika
1.Obyek material : suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari.
2.Obyek formal : cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti terhadap obyek material serta prinsip – prinsip yang digunakan.
Berdasarkan Kajian Ilmu
Etika Normative : mempelajari secara kritis dan metodis norma – norma ada
Etika Fenomenologis : mempelajari secara kritis dan metodis gejala – gejala moral seperti suara hati.
Tujuan Belajar Etika
1.Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
2. Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
Etika dibedakan menjadi tiga : 
1.Etika Deskriptif
Membahas apa yang dipandangnya, melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas.
Contonya: sejarah kesusilaan dan fenomologi kesusilaan 
2.Etika Normatif
Apa yang seharusnya dilakukan, Dimana didalam etika normatif, norma - norma dinilai dan sikap manusia ditentukan. 
Etika Umum
Memepertanyakan prinsip – prinsip dasar yang berlaku
Etika Khusus
Membahas prinsip – prinsip moral dasar itu dalam hubungan dengan kewajiban manusia. 
Dibagi 2:
1.Etika Individual: menyangkut dirinya sendiri 
2.Etika Sosial: menyangkut anggota umat manusia 
3.Mataetika 
membahas ucapan - ucapan di bidang moralitas 

Kode Etik  
Yaitu norma atau asas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari – hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
Aliran dalam Etika
1.Egoisme
2.Utilitarianisme
3.Deontologisme
4.Etika Situasi
Beda Etika Dan Moral 
Moral / moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai, etika digunakan untuk pengkajian system nilai – nilai yang ada.
Amoral dan Immoral
Amoral : tidak berhubungan dengan konteks moral, diluar suasana etis, non-moral
Immoral: bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk, tidak etis 

Beda Etika Dan Etiket 
  1. Etiket menyangkut “cara” suatu perbuatan harus dilakukan. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan. Etika memberi norma tentang “perbuatan itu sendiri”
  2. Etiket hanya berlaku dalam pergaulan, Etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.
  3. Etiket bersifat relatif, Etika jauh lebih bersifat absolut.
  4. Etika hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja, Etika menyangkut manusia dari segi dalam. 
sumber  :
slide show dan penjelasan oleh Romo Carolus Suharyanto,Lic.Theol.

FILSAFAT MANUSIA
Apa Itu Filsafat Manusia
Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/ menyoroti hakikat atau esensi manusia. Maka filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan  secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Apa Perlunya Mempelajari Filsafat Manusia ?
Manusia adalah mahluk yang mampu dan wajib ( sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”. Manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.
Sulitkah berfilsafat tentang manusia?
Ya, karena seolah tak berguna dan tak mungkin. Tapi ingat tujuan filsafat di atas tadi.
Jadi Masih Perlu dan Masih Mungkinkah Berfilsafat Manusia ?
Masih, pandangan yang bertentangan antar filsuf dapat diatasi dan diperdamaikan.
Metode Filsafat Manusia
Refleksi, analisa transcendental, sintesa, ekstensif, intensif dan kritis
Obyek Filsafat Manusia
Objek Material : manusia
Objek Formal : esensi manusia, strukturnya yang fundamental
Dari mana datangnya pertanyaan mengenai manusia ?
  1. Kekaguman
  2. Ketakjuban
  3. Frustasi
  4. Delusi
  5. Pengamalan negative
Apa saja yang dibahas dalam filsafat manusia?
Mencari kekhasan manusia
Manusia sebagai “ada di dunia”
Evolusi
Antarsubyektivitas
Manusia sebagai eksistensi bertubuh
Transendensi
Manusia sebagai roh
Pengetahuan Manusia
Kebebasan
Kesejarahan/ historitas
Kebudayaan , sains, dan teknologi
Dimensi antropologis dari pekerjaan
Manusia sebagai pribadi / persona
Kematian dan harapan  

sumber :
slide show dan penjelasan oleh Bapak Bonar Hutapea,M.Si.Psi
http://quotesnsmiles.com/picture-quotes/images-10-enchanting-helen-keller-picture-quotes/
                                                                                                            Salam Hangat,
                                                                                      Audrey


Selasa, 23 September 2014

DAY 5















SILOGISME DAN FALLACIA
SILOGISME
PENGERTIAN
  • Suatu simpulan dimana dari dua putusan ( premis-premis) disimpulkan suatu putusan yang baru.
  • Prinsip : bila premis benar, maka simpulannya benar
  • Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis
SILOGISME KATEGORIS
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris ( pernyataan tanpa syarat )
Contoh :
M – P  : Perhiasan itu beharga  (mayor)
S – M : Kalung emas itu adalah perhiasan (minor) 
S – P : Maka, kalung emas itu beharga (simpulan)

SILOGISME KATEGORIS TUNGGAL
Mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
Aturan 1 :  premis minor harus sebagai penegasan, sedangkan premis mayor bersifat umum
Contoh :
M – P : Setiap  binatang dapat bernafas ( mayor )
S – M: Beruang adalah binatang ( minor )
S – P : Jadi, Beruang dapat bernafas ( simpulan )

Aturan 2 : salah satu premis harus negative. Premis mayor bersifat umum.
P – M : Bola itu bundar (mayor)
S – M : Pensil tidak bundar  (minor)
S – P : Jadi, Pensil bukan bola (simpulan)

Aturan 3 : premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat particular
M – P : Anak itu seharusnya bersekolah (mayor)
M – S : Ada anak yang bekerja (minor)
S – P : Jadi, sebagian orang yang bekerja seharusnya bersekolah (simpulan)

Aturan 4: premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat particular
P – M : Sepakbola adalah olahraga (mayor)
M – S : Semua olahraga melatih fisik (minor)
S- P  : Jadi, sebagian yang melatih fisik itu sepakbola (simpulan)  

SILOGISME KATEGORIS MAJEMUK
Artinya bentuk silogisme yang premis – premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.

JENIS – JENIS
1.Epicherema : silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan
Semua manusia yang rajin adalah pintar, karena tekun mengerjakan tugas – tugas
Florentia adalah murid berprestasi karena meraih juara satu dikelasnya
Jadi, Florentia adalah anak yang rajin

2. Enthymema : silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.
Contoh :
Versi singkat : Susi anak yang rajin. Jadi, akan sukses
Versi lengkap :  yang rajin itu akan sukses
                          Susi anak yang rajin
                          Maka, Susi akan sukses

3. Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.
Seseorang yang kritis itu , merasa tidak puas.
Anto adalah seorang yang berpikir kritis.
Jadi, Anto merasa tidak puas

4.Sorites : silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan – putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Orang yang rajin , biasanya pintar . Orang yang pintar, akan berprestasi. Jadi, orang yang rajin, akan berprestasi.
sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Romo Carolus Suharyanto,lic.Theol

KESESATAN PEMIKIRAN ( FALLACIA )
PENGERTIAN
kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yg tidak sehat.
Contoh :Presiden SBY lahir di Amerika

KESALAHAN PENALARAN
Kesesatan formal
Pelanggaran terhadap kaidah logika, mis. Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen adalah penodong. Apa yg dilanggar?
Kesesatan informal
Menyangkut kesesatan dalam bahasa, kesesatan diksi.
Contoh:
1.Penempatan kata depan yg keliru: Untuk para hadirin, silahkan menduduki kursi bagian depan.
2.Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
3.Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu
4.Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
5.Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan. Mis. Ada aturan ‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’. Nah Pak Budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu anaknya.
6.Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain. Mis. Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
7.Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki. Mis. Sawo matang adalah warna. Org Indonesia itu sawo matang. Maka, Org Indonesia itu adalah warna.
8.Kesesatan krn alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.

KESESATAN PRESUMSI
  1. Generalisasi tergesa-gesa: Orang Chinese pandai berdagang
  2. Non sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu saya berdebat dengan dosen tersebut.
  3. Analogi palsu:Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
  4. Penalaran melingkar (petitio principii): Manusia merdeka karena ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab karena ia merdeka.
  5. Deduksi cacat: Barangsiapa sering berdoa, pasti ia orang yang jujur  Tono pasti orang jujur.
  6. Pikiran simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
MENGHINDARI PERSOALAN
  1. Argumentum ad hominem: Jangan percaya omongannya karena ia bekas teroris.
  2. Argumentum ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
  3. Argumentum ad misericordiam: Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena   mengaku punya banyak tanggungan.
  4. Argumentum ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
  5. Argumentum ad auctoritatem: Mengutip pendapat Jokowi
  6. Argumentum ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa tumbuhan itu bernafas. Maka tumbuhan tidak bernafas.
  7. Argumen untuk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
  8. Non causa pro causa: Orang sakit perut setelah mengikuti ujian , maka dia menganggap itu sebagai penyebabnya.
KESESATAN RETORIS
  1. Eufemisme/disfemisme: Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka disebut anggota pemberontak.
  2. Penjelasan retorik: Dia tidak lulus karena tidak mengumpulkan tugas .
  3. Stereotipe: Orang Indonesia ramah.
  4. Innuendo: Saya tidak mengatakan makanan tidak enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
  5. Loading question: Apakah Anda masih tetap merokok?
  6. Weaseler: Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
  7. Downplay: Jangan anggap serius omongannya karena dia hanya tukang kebun.
  8. Lelucon/sindiran
  9. Hiperbola: melebih – lebihkan
  10. Pengandaian bukti: studi menunjukkan.
  11. Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi air jeruk.
sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Dr.Raja Oloan Tumanggor
http://1200tcsheets.blogspot.com/2013/01/sometimes-smallest-things-heart-winnie.html

                                                                                 Salam Hangat,
                                                                                       Audrey