Menurut pendapat saya manusia adalah mahluk yang bebas. Manusia memiliki hak untuk memiliki kebebasan. Contohnya bebas memilih pekerjaan, bebas untuk merasa senang , bebas memeluk agama, bebas melakukan apa saja yang dinginkannya. Tetapi tentu saja setiap manusia harus menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab dan tidak boleh merugikan orang lain. Namun, sekarang ini banyak orang yang menggunakan kebebasan secara tidak bertanggung jawab, akibatnya harus diberi batasan – batasan agar orang dapat menggunakan kebebasannya secara positif.
KEBEBASAN
Jiwa
dan Kebebasan
- Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya
- Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas
- Karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas
- Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanism
Artinya, kebebasan
menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia.
Pandangan Determinisme
- Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
- Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik ( Determinisme fisik-biologis, psikologis, sosial dan teologis )
Kebebasan
sebagai Eksistensi Manusia
Kelemahan determinisme:
- Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia (paradoks tidak meniadakan kebebasan juga keharusan, bukan? )
- Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
- Menafikan adanya tanggung jawab (tak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan, bukan?)
- Manusia hidup dalam “kemungkinan dapat” atau berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
- Adanya tanggung jawab (bagaimana kehidupan berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab?)
- Makna perbuatan moral ada pada kebebasan ( Pandangan Immanuel Kant tentang kebebasan dan kehidupan moral )
- Pengertian umum / Kebebasan negative / tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
- Pengertian khusus / kebebasan eksistensial : Penyempurnaan diri, kesanggupan memilih dan memutuskan, kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan / hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)
Jenis
– Jenis Kebebasan
- Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
- Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain )
- Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial:
2.Mengedepankan nilai kebaikan
3.Menghidupkan otonomi
4.Menyertakan tanggung jawab
Kebebasan Sosial
Kebebasan sosial
dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif
4 alasan adanya
pembatasan kebebasan sosial:
- Menyertakan pengertian
- Memberi ruang bagi kebebasan
eksistensial
- Menjamin pelaksanaan keadilan bagi
masyarakat
- Terkait dengan hakikat manusia
sebagai mahkhluk social
Sejarah
Perkembangan Masalah Kebebasan
- Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
- Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
- Era kontemporer (pascamodern?), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
- Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri
Sumber :
Slide show dan penjelasan oleh Bapak Bonar Hutapea, M.Si. Psi
http://mkalty.org/freedom-quotes-2/




