SILOGISME DAN FALLACIA
SILOGISME
PENGERTIAN
- Suatu simpulan dimana dari dua putusan ( premis-premis) disimpulkan suatu
putusan yang baru.
- Prinsip : bila premis benar, maka simpulannya benar
- Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris ( pernyataan tanpa syarat )
Contoh :
M – P : Perhiasan itu beharga (mayor)
S – M : Kalung emas itu adalah perhiasan (minor)
S – P : Maka, kalung emas itu beharga (simpulan)
SILOGISME
KATEGORIS TUNGGAL
Mempunyai
dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.Aturan 1 : premis minor harus sebagai penegasan, sedangkan premis mayor bersifat umum
Contoh :
M – P : Setiap binatang dapat bernafas ( mayor )
S – M: Beruang adalah binatang ( minor )
S – P : Jadi, Beruang dapat bernafas ( simpulan )
Aturan 2 : salah satu premis harus negative. Premis mayor bersifat umum.
P – M : Bola itu bundar (mayor)
S – M : Pensil tidak bundar (minor)
S – P : Jadi, Pensil bukan bola (simpulan)
Aturan 3 : premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat particular
M – P : Anak itu seharusnya bersekolah (mayor)
M – S : Ada anak yang bekerja (minor)
S – P : Jadi, sebagian orang yang bekerja seharusnya bersekolah (simpulan)
Aturan 4: premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat particular
P – M : Sepakbola adalah olahraga (mayor)
M – S : Semua olahraga melatih fisik (minor)
S- P : Jadi, sebagian yang melatih fisik itu sepakbola (simpulan)
SILOGISME
KATEGORIS MAJEMUK
Artinya
bentuk silogisme yang premis – premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga
premis.
JENIS
– JENIS
1.Epicherema : silogisme
yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasanSemua manusia yang rajin adalah pintar, karena tekun mengerjakan tugas – tugas
Florentia adalah murid berprestasi karena meraih juara satu dikelasnya
Jadi, Florentia adalah anak yang rajin
2. Enthymema : silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.
Contoh :
Versi singkat : Susi anak yang rajin. Jadi, akan sukses
Versi lengkap : yang rajin itu akan sukses
Susi anak yang rajin
Maka, Susi akan sukses
3. Polisilogisme: deretan
silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme
yang lainnya.
Seseorang
yang kritis itu , merasa tidak puas.Anto adalah seorang yang berpikir kritis.
Jadi, Anto merasa tidak puas
4.Sorites : silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan – putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Orang yang rajin , biasanya pintar . Orang yang pintar, akan berprestasi. Jadi, orang yang rajin, akan berprestasi.
sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Romo Carolus Suharyanto,lic.Theol
KESESATAN
PEMIKIRAN ( FALLACIA )
PENGERTIAN
kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yg tidak sehat.
Contoh :Presiden SBY lahir di Amerika
KESALAHAN PENALARAN
Kesesatan formal
Pelanggaran terhadap kaidah logika, mis. Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berwajah seram. Jadi semua pengamen adalah penodong. Apa yg dilanggar?
Kesesatan informal
Menyangkut kesesatan dalam bahasa, kesesatan diksi.
Contoh:
1.Penempatan kata depan yg keliru: Untuk para hadirin, silahkan menduduki kursi bagian depan.
2.Mengacau posisi subjek atau predikat: Karena tidak mengerjakan PR, guru menghukum anak itu.
3.Ungkapan yg keliru: Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu
4.Amfiboli: sesat krn struktur kalimat bercabang. Mis. Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
5.Kesesatan aksen/prosodi: sesat krn penekanan yg salah dlm pembicaraan. Mis. Ada aturan ‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’. Nah Pak Budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu anaknya.
6.Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat krn org menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain. Mis. Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
7.Kesesatan aksiden: yg aksidental dikacaukan dg hal yang hakiki. Mis. Sawo matang adalah warna. Org Indonesia itu sawo matang. Maka, Org Indonesia itu adalah warna.
8.Kesesatan krn alasan yg salah: Konklusi ditarik dr premis yg tak relevan.
KESESATAN PRESUMSI
- Generalisasi
tergesa-gesa: Orang Chinese pandai berdagang
- Non
sequitur (belum tentu): Memang saya tidak lulus karena beberapa hari yang lalu
saya berdebat dengan dosen tersebut.
- Analogi
palsu:Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dg membelai
kepalanya dan memberi banyak makan.
- Penalaran
melingkar (petitio principii): Manusia merdeka karena ia bertanggungjawab
dan ia bertanggungjawab karena ia merdeka.
- Deduksi
cacat: Barangsiapa sering berdoa, pasti ia orang yang jujur Tono pasti orang jujur.
- Pikiran
simplistis: Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
- Argumentum
ad hominem: Jangan percaya omongannya karena ia bekas teroris.
- Argumentum
ad populum: Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem
adalah partai masa depan kita.
- Argumentum
ad misericordiam: Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku
punya banyak tanggungan.
- Argumentum
ad baculum: Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
- Argumentum
ad auctoritatem: Mengutip pendapat Jokowi
- Argumentum
ad ignorantiam: Bila tidak bisa dibuktikan bahwa tumbuhan itu bernafas. Maka tumbuhan tidak bernafas.
- Argumen untuk keuntungan seseorang: Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
- Non
causa pro causa: Orang sakit perut setelah mengikuti ujian , maka dia
menganggap itu sebagai penyebabnya.
-
Eufemisme/disfemisme:
Pembangkang yg dianggap benar disebut reformator. Bila tdk disenangai maka
disebut anggota pemberontak.
- Penjelasan retorik: Dia tidak lulus karena tidak mengumpulkan tugas .
- Stereotipe:
Orang Indonesia ramah.
- Innuendo:
Saya tidak mengatakan makanan tidak enak, tapi mau mengatakan lukisan itu
bagus.
- Loading
question: Apakah Anda masih tetap merokok?
- Weaseler:
Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
- Downplay:
Jangan anggap serius omongannya karena dia hanya tukang kebun.
- Lelucon/sindiran
- Hiperbola:
melebih – lebihkan
- Pengandaian bukti: studi menunjukkan.
- Dilema
semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi air jeruk.
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Dr.Raja Oloan Tumanggor
http://1200tcsheets.blogspot.com/2013/01/sometimes-smallest-things-heart-winnie.html
Salam Hangat,
Audrey
isinya udah bagus, di update terus ya nilainya 88
BalasHapusThankyou masukannya :)
Hapusisinya mantap.... kasih nilai 87
BalasHapusBlognya bagus dan materinya juga lengkap banget. Tapi postingan selanjutnya tambahin gambar yah biar makin bagus, aku ksh nilai 88 :D
BalasHapusThankyou masukannya :)
Hapusmaterinya lengkap nihh, ada bagan2nya jugaa :D
BalasHapusaku kasih nilai 88 :p