Selasa, 07 Oktober 2014

DAY 11



 
 
 
 




Kaitan Filsafat dan Psikologi
Sesi pertama
Kami diajak melihat beberapa video
Video pertama menggambarkan hal – hal yang berhubungan dengan kognitif.
Video kedua menggambarkan keindahan seni
Video berikutnya kami diajak untuk melihat hubungan kita dengan keluarga , baik ayah dan ibu.
Kita diajak untuk melihat hal – hal yang dapat dibanggakan dalam keluarga kita, menulis hal – hal positif yang ada dalam ayah dan ibu kita. Lalu mencocokkan sikap kita dengan sikap ayah, ibu kita.
Sesi kedua
Dalam sesi kedua kami diajak untuk melihat berbagai aliran – aliran yang ada dalam psikologi.
Dimana aliran – aliran itu ada aliran:
1. Elementisme / strukturalisme
Tokoh : Wilhelm Wundt
Seorang sosiolog, filsuf, pakar hukum, dokter, psikolog
Mendirikan lab psikologi pertama di Leipzig  tahun 1879
Pada saat yang kurang lebih sama, di AS William James juga mengadakan eksperimen
Bedanya Wundt berusaha menemukan struktur jiwa, James mencari fungsi dari jiwa.



2. Fungsionalisme


  • Dipelopori oleh William James
  • Tujuannya untuk menjelaskan mind/ jiwa berdasarkan fungsinya
  • Metode : introspeksi, eksperimen, observasi tingkah laku




3. Behaviorisme
Tokoh – tokohnya : John B.Watson, Ivan Pavlov, dan B.F Skinner
Hal yang diukur : efek lingkungan terhadap perilaku yang tampak pada manusia dan binatang
Dasar pemikiran : hanya mengamati kejadian – kejadian yang bisa dipelajari secara ilmiah



 
4.Psikoanalitis


Tokoh : Sigmund Freud, Carl Gustav Jung
Hal yang diukur : perilaku berasal dari proses yang tidak disadari
Dasar pemikiran : motif yang tidak disadari dan kepribadian dan gangguan mental pada masa kanak – kanak.



5.Humanistik
Tokoh : Carl Roger, Abraham Maslow
Hal yang diukur: keunikan pengalaman manusia
Dasar pemikiran: manusia itu bebas, rasional dengan perkembangan pribadi, dan sangat berbeda dengan binatang






Secara umum peranan filsafat dalam psikologi adalah
  • Filsafat bisa menegaskan akar historis imlu psikologi. Seperti kita tahu, psikologi, dan semua ilmu lainnya, merupakan pecahan dari filsafat.
  • Dalam filsafat  kita bisa menemukan refleksi – refleksi yang cukup mendalam tentang konsep jiwa dan perilaku manusia
  • Filsafat bisa memberikan kerangka berpikir yang sistematis, logis, dan rasional bagi para psikolog, baik praktisi maupun akademisi.
  • Filsafat juga menyumbangkan metode fenomenologi sebagai alternatif pendekatan ilmu psikologi. Fenomenoloi sendiri memang berkemabang di dalam filsafat.
  • Filsafat juga mengangkat asumsi – asumsi yang terdapat di dalam ilmu psikologi
  • Filsafat juga  bisa berperan sebagai fungsi kritik terhadap asumsi tersebut. Kritik disini buan diartikan sebagai kritik yang menghancurkan, tetapi sebagai kritik konstruktif,  supaya ilmu psikologi bisa berkembang kea rah yang lebih manusiawi, dan semakin mampu memahami realitas kehidupan manusia.
Sumber:
- Kapita Selekta Kbk Filsafat
- Modul dan penjelasan tentang filsafat psikologi
 
                                                                                                           Salam Hangat,
                                                                                                                Audrey
 


DAY 10











Eksistensialisme
Apa itu eksistensialisme??
  • Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.
  • Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi.
  • Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.
  • Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukkan diri dengan apa yang diluar dirinya.
  • Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi tidak bisa disamakan dengan ‘berada’. Pohon, anjing berada, tapi tidak berseksistensi.
Ciri – ciri eksistensialisme
  • Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
  • Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
  • Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya.
  • Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.
Eksistensialisme menurut Kierkegaard
Siapa Kierkegaard ??

  • Soren Aabye Kierkegaard lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813. Belajar teologi di Univ. Kopenhagen, tapi tidak selesai. Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal ia mengalami krisis.
  • Sempat menjauh dari temannya dan agama.
  • Sempat bertunangan dengan Regina Olsen, tapi tidak jadi menikah.
  • 1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
  • Meninggal 1855 sebagi orang religius dan dipandang sebagai tokoh di gerejanya.
  • Dia dikenal sebagai bapa eksistensialisme, aliran filsafat yg berkembang 50 tahun setelah kematiannya.

Pokok – pokok ajaran Kierkegaard
Ada tiga cara bereksistensi: tiga sikap terhadap hidup, yaitu: sikap estetis, sikap etis dan sikap religius :
  • Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yang dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas. Manusia harus memilih hidup terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas.
  • Sikap etis: Sikap menerima kaidah - kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya. Ciri khasnya menerima ikatan perkawinan. Manusia sudah mengakui kelemahannya, tapi belum melihat cara mengatasinya. Bila ia mengakui butuh pertolongan dari atas, maka ia loncat ke sikap hidup religius.
  • Sikap religius: Berhadapan dengan Tuhan, manusia sendirian. Karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada manusia. Percaya model A ialah Allah hadir dimana-mana. Yang sukar adalah percaya model B: percaya bahwa Allah menerima wajah manusiawi dalam Yesus agar bisa berjumpa dengan Dia. Kita percaya model B, bila kita percaya bahwa kita yang lahir dalam waktu bisa menjadi abadi. Kita bisa menjadi seperti yang kita percayai.
Eksistensialisme menurut Jean Paul Sartre

Siapa itu Jean Paul Sartre ??
  • Lahir di Paris 1905
  •  1929 menjadi guru
  • 1931-1936 dosen filsafat di Le Havre
  • 1941 menjadi tawanan perang
  • 1942-1944 dosen Loycee Pasteur
  • Banyak menulis karya filsafat dan sastra. Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger.
Pemikiran filsafat Sartre
  •  Sulit menjabarkan pemikiran filsafat Sartre secara singkat.
  • Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran.
  • Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dengan benda lain yang keberadaannya sekaligus berarti esensinya.  Bagi manusia eksistensi mendahului esensi.
  • Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggungjawab.
  • Tanggungjawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggungjawab terhadap diri kita sendiri.
  • Dibedakan ‘berada dlm diri’ dan ‘berada untuk diri’
  • Berada dalam diri = berada dalam dirinya, berada itu sendiri. Misalnya: meja itu meja, bukan kursi, bukan tempat tidur. Semua yang berada dalam diri ini tidak aktif. Mentaati prinsip it is what it is. Maka, bagi Sartre  segala yang berada dalam diri: memuakkan.
  • Sementara berada untuk diri = berada yang dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Manusia punya hubungan dengan keberadaannya. Bertanggungjawab atas fakta bahwa ia ada. Mis: Manusia bertanggungjawab bahwa ia pegawai, dosen. Benda tidak sadar bahwa dirinya ada, tapi manusia sadar bahwa dia berada. Pada manusia ada kesadaran.
  • Biasanya kesadaran kita bukan kesadaran akan diri, melainkan kesadaran diri.
Kebutuhan Manusia
  • Dalam eksistensi manusia, kehadiran selalu menjelma sebagai wujud yang bertubuh. Tubuh mengukuhkan kehadiran manusia.
  • Tubuh sebagai pusat orientasi tidak bisa dipandang sebagai alat semata -  mata,tapi mengukuhkan kehadiran kita sebagai eksistensi.
Komunikasi dan cinta
  • Komunikasi = suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, karena setiap kali orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang seorang seolah - olah  membekukan org lain.  Terjadi saling pembekuan sehingga masing- masing jadi objek.
  • Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan.
Sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh romo Carolus Suharyanto,Lic.Theol.
http://www.latheotokos.it/modules.php?name=News&file=print&sid=584
http://jeriwb.com/on-my-mind-the-will-to-change-1912/


                                                                                                           Salam Hangat,

                                                                                                                Audrey
 
 
 
 
 
                                     
 

DAY 9

Field Trip Kampung Betawi

 
}  Kampung Betawi diresmikan tanggal 20 Januari 2001 oleh Gubernur Sutiyoso.
}  Kampung Betawi adalah hasil musyawarah antara rakyat dan Pemprov DKI.
}  Luas Kampung Betawi 289 hektar dengan 4 RW, yaitu RW 6,7,8,9.
}  Objek wisata di Kampung Betawi dibagi 3, yaitu:

  1. Objek wisata budaya (rumah adat, kesenian, joglo, dll)
  2. Objek wisata agro
  3. Objek wisata air

 
SENI DAN BUDAYA
Pementasan
}  Lenong
}  Topeng
}  Tanjidor
}  Marawis
}  Gambang Kromong




Pakaian
}  Baju adat Betawi untuk laki-laki disebut Sadaria (peci, cukin, baju koko)
}  Baju adat Betawi untuk perempuan disebut Kebaya atau Encim




Kuliner
}  Dodol
}  Kerak telor
}  Wajik
}  Geplak
}  Kembang goyang
}  Gulali




Batik Betawi



}  Tahun 2013, keluarga batik betawi didirikan.
}  Ada 12 sanggar batik betawi
}  Ciri khas dari batik betawi adalah warnanya yang cerah.






Bahasa Betawi
Bahasa Betawi ada 2 jenis, yaitu:
  1. Bahasa Betawi Pinggir: menggunakan bahasa seperti bahasa Indonesia. Contohnya: “siapa” tetap menjadi “siapa”
  2. Bahasa Betawi Tengah: menggunakan dialek bahasa Melayu. Contohnya: “siapa” menjadi “siape”
Tarian
}  Tari Lenggang Nyai
}  Tari Topeng Betawi
}  Tari Yapong

Refleksi
}  Betawi kaya akan seni dan budaya, oleh karena itu budaya betawi harus terus dilestarikan.
}  Pemerintah juga harus lebih menggalakkan dan memperhatikan budaya betawi, karena selama ini budaya betawi sudah hampir hilang.
}  Tata krama dalam masyarakat betawi juga harus terus dijaga. 

ETOS KERJA
Pada field trip ke Perkampungan Budaya Betawi kemarin, kami tidak hanya belajar mengenai kebudayaan di sana, tetapi kami juga belajar tentang etos kerja yang dilakukan oleh para pedagang yang ada di tempat ini.
Berikut ini adalah hasil wawancara kami dengan para pedagang di tempat ini.




Nama: Ade
Pekerjaan: Penjual es potong
}  Usia : 24 tahun
}  Lama bekerja :  5 tahun , sebelumnya kerja serabutan
}  Pengalaman Indah : Pada saat berjualan banyak pembeli, sehingga mendapat banyak masukan  dan jika cuaca cerah
}  Pengalaman buruk : pada saat musim hujan , karena pemasukan menjadi berkurang
}  Keluarga : Sudah berkeluarga dan mempunyai anak , berumur satu tahun
}  Keuntungan berjualan :  Cukup untuk biaya hidup sehari hari
}  Nilai religi : Rajin sholat
}  Nilai – nilai kehidupan : Kita harus komitmen dalam peraturan, seperti antara karyawan dan bos
}  Harapan : ingin mempunyai usaha sendiri



Nama: Yayat
Pekerjaan: Penjual ketupat sayur
}  Usia : 24 tahun
}  Lama bekerja : 3 tahun
}  Pengalaman indah : Saat bekerja dapat bertemu teman baru
}  Pengalaman buruk : Saat jualan sepi
}  Pendapatan : 200 ribu per hari
}  Keluarga: Sudah berkeluarga , mempunyai 1 anak, berumur 7 tahun
}  Tujuan berjualan: Mampu untuk membiayai kehidupan sehari hari dan untuk membayar kontrakan
}  Nilai religi: Rajin sholat
}  Nilai – nilai kehidupan: Kita harus rajin, dan taat beribadah, misalnya yang dicontohkan oleh Pak Yayat dengan sholat sebelum bekerja.

Nama: Mini
Pekerjaan: Penjual gorengan dan   kerupuk
}  Usia : 45 tahun
}  Lama bekerja : 5 tahun
}  Pengalaman baik : Dengan bekerja dapat menyekolahkan anak
}  Pengalaman buruk : Jika pada saat berjualan tidak laku atau sepi
}  Keluarga : Sudah berkeluarga dan mempunyai tiga anak berumur 25, 30, 35 tahun. Suami sakit sejak tahun 2009
}  Nilai religi : mengikuti pengajian , dan rajin sholat
}  Nilai – nilai kehidupan : Kita harus rajin, seperti yang dicontohkan oleh Bu Ani dengan siap – siap bekerja dari jam tiga pagi , dan kreatif

Nama: Mawar
Pekerjaan: Penjual umang- umang
}  Usia : 66 tahun
}  Lama bekerja : 4 tahun, sebelumnya jual pakaian
}  Umang – umangnya diambil langsung dari Padang, Ia beli  dari nelayan
}  Pengalaman baik : Saat ramai pengunjung, dan tempat berjualan selalu aman
}  Pengalaman buruk : Menurut Pak Mawar, selama ini belum ada
}  Keluarga : sudah berkeluarga mempunyai  4 anak dan 3 cucu
}  Tujuan berjualan : untuk mengisi waktu luang
}  Pendapatan : bervariasi, kalau hari Minggu bisa 600 ribu
}  Nilai Religi : taat beribadah ( sholat )
}  Nilai – nilai kehidupan :  harus fokus , disiplin 


Nama: Achmad
Pekerjaan: Buruh sekaligus pembuat jala ikan
}  Usia : 59 tahun
}  Lama bekerja : Sejak kecil
}  Pengalaman Indah : Saat bekerja selalu damai , dan tenteram
}  Keluarga : sudah berkeluarga mempunyai 3 anak dan 5 cucu
}  Nilai religi : taat beribadah
}  Nilai kehidupan : Tanggung jawab sama keluarga
 

Nama: Husein
Pekerjaan: Penjual Gulali
}  Usia : 37 tahun
}  Lama bekerja : 10 tahun, sebelumnya bekerja di konveksi
}  Keluarga : sudah berkeluarga, mempunyai 2 anak, kelas 5 SD dan TK
}  Pengalaman indah : Saat berjualan laku
}  Pengalaman buruk : Pada saat diundang ikut acara, tetapi tempatnya udah penuh
}  Pendapatan : kira kira 100 ribu per hari
}  Keuntungan : Dapat untuk menyekolahkan anak , dan membuat rumah
}  Nilai religi : Rutin sholat
}  Nilai kehidupan : bersyukur dan tidak mudah putus asa

Nama: Dewi
Pekerjaan: Penjual dodol
}  Usia : 34 tahun
}  Lama bekerja : 6 tahun jualan
}  Dodolnya dibuat sendiri
}  Pendapatan : Kalau sepi 100 ribu, kalau banyak pembeli seperti saat lebaran bisa 3 juta per hari
}  Pengalaman indah : kalau dagangan habis
}  Pengalaman buruk: Pada saat hujan karena langsung bubar
}  Keluarga : sudah berkeluarga dan punya 2 anak
}  Nilai religi : ada mushola jadi pasti akan sholat
}  Nilai kehidupan : harus kreatif, misalnya kalau hari libur dagangan banyak, produk dibuat berbagai variasi 

Nama : Edoy
Pekerjaan: Penjual Cincau
}  Usia : 50 tahun
}  Lama bekerja : 12 tahun
}  Cin caunya diambil dari orang lain
}  Keluarga : sudah berkeluarga, dan punya tiga anak , berumur 6, 16, dan 20 tahun
}  Pengalaman Indah : Saat hari raya atau hari libur banyak pembeli
}  Pengalaman buruk : Saat sepi/jualan tidak laku
}  Pendapatan : kalau sepi 20 ribu
}  Keuntungan : Cukup untuk kebutuhan sehari hari
}  Nilai religi : taat ibadah
}  Nilai Kehidupan : harus punya komitmen dan rajin

Refleksi
}  Dalam kehidupan kita sehari hari, terutama saat bekerja kita harus mengutamakan Tuhan, menjalankan komitmen yang telah dibuat, rajin, fokus saat bekerja, disiplin dan bersyukur.
}  Selain itu kita juga harus mengingat keluarga kita.

Pengaruh Globalisasi terhadap Budaya Betawi
Ø  Negatifnya:
      Bahasa Betawi Tengah mulai hilang karena pengaruh dari budaya-budaya lain.
Ø  Positifnya:
      Batik Betawi mulai dikenal masyarakat luar Indonesia
 
 

Sumber :
Bang Adi, petugas di kampung betawi
Orang - orang di kampung betawi
Pengalaman hasil field Trip
 
                                                                                                             Salam Hangat,
                                                                                                       Audrey