Eksistensialisme
Apa itu eksistensialisme??- Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.
- Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi.
- Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya.
- Pusat diriku terletak di luar diriku. Ia menemukan pribadinya dengan seolah-olah keluar dari dirinya sendiri dan menyibukkan diri dengan apa yang diluar dirinya.
- Hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi tidak bisa disamakan dengan ‘berada’. Pohon, anjing berada, tapi tidak berseksistensi.
-
Motif
pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
- Bereksistensi
harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri secara
aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
-
Manusia
dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya,
khususnya pada sesamanya.
- Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.
Siapa Kierkegaard ??
- Soren Aabye Kierkegaard lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813. Belajar teologi di Univ. Kopenhagen, tapi tidak selesai. Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal ia mengalami krisis.
- Sempat menjauh dari temannya dan agama.
- Sempat bertunangan dengan Regina Olsen, tapi tidak jadi menikah.
- 1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
- Meninggal 1855 sebagi orang religius dan dipandang sebagai tokoh di gerejanya.
- Dia dikenal sebagai bapa eksistensialisme, aliran filsafat yg berkembang 50 tahun setelah kematiannya.
Pokok – pokok ajaran Kierkegaard
Ada tiga cara bereksistensi: tiga sikap terhadap hidup, yaitu: sikap estetis, sikap etis dan sikap religius :
- Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yang dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yang amat bebas. Manusia harus memilih hidup terus dengan kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas.
- Sikap etis: Sikap menerima kaidah - kaidah moral, suara hati dan memberi arah pada hidupnya. Ciri khasnya menerima ikatan perkawinan. Manusia sudah mengakui kelemahannya, tapi belum melihat cara mengatasinya. Bila ia mengakui butuh pertolongan dari atas, maka ia loncat ke sikap hidup religius.
- Sikap religius: Berhadapan dengan Tuhan, manusia sendirian. Karena manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada manusia. Percaya model A ialah Allah hadir dimana-mana. Yang sukar adalah percaya model B: percaya bahwa Allah menerima wajah manusiawi dalam Yesus agar bisa berjumpa dengan Dia. Kita percaya model B, bila kita percaya bahwa kita yang lahir dalam waktu bisa menjadi abadi. Kita bisa menjadi seperti yang kita percayai.
Siapa itu Jean Paul Sartre ??
-
Lahir di Paris 1905
-
1929 menjadi guru
-
1931-1936 dosen filsafat di
Le Havre
-
1941 menjadi tawanan
perang
-
1942-1944 dosen Loycee
Pasteur
-
Banyak menulis karya
filsafat dan sastra. Dipengaruhi oleh Husserl dan Heidegger.
Pemikiran filsafat Sartre
- Sulit menjabarkan pemikiran filsafat Sartre secara singkat.
- Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran.
- Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dengan benda lain yang keberadaannya sekaligus berarti esensinya. Bagi manusia eksistensi mendahului esensi.
- Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggungjawab.
- Tanggungjawab yang menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggungjawab terhadap diri kita sendiri.
- Dibedakan ‘berada dlm diri’ dan ‘berada untuk diri’
- Berada dalam diri = berada dalam dirinya, berada itu sendiri. Misalnya: meja itu meja, bukan kursi, bukan tempat tidur. Semua yang berada dalam diri ini tidak aktif. Mentaati prinsip it is what it is. Maka, bagi Sartre segala yang berada dalam diri: memuakkan.
- Sementara berada untuk diri = berada yang dengan sadar akan dirinya, yaitu cara berada manusia. Manusia punya hubungan dengan keberadaannya. Bertanggungjawab atas fakta bahwa ia ada. Mis: Manusia bertanggungjawab bahwa ia pegawai, dosen. Benda tidak sadar bahwa dirinya ada, tapi manusia sadar bahwa dia berada. Pada manusia ada kesadaran.
- Biasanya kesadaran kita bukan kesadaran akan diri, melainkan kesadaran diri.
Kebutuhan Manusia
- Dalam eksistensi manusia, kehadiran selalu menjelma sebagai wujud yang bertubuh. Tubuh mengukuhkan kehadiran manusia.
- Tubuh sebagai pusat orientasi tidak bisa dipandang sebagai alat semata - mata,tapi mengukuhkan kehadiran kita sebagai eksistensi.
Komunikasi dan cinta
- Komunikasi = suatu hal yang apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, karena setiap kali orang menemui orang lain pada akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yang seorang seolah - olah membekukan org lain. Terjadi saling pembekuan sehingga masing- masing jadi objek.
- Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa karena objektifikasi yang tak terhindarkan.
http://www.latheotokos.it/modules.php?name=News&file=print&sid=584
http://jeriwb.com/on-my-mind-the-will-to-change-1912/
http://jeriwb.com/on-my-mind-the-will-to-change-1912/
Salam Hangat,
Audrey



Tidak ada komentar:
Posting Komentar