Kaitan Filsafat dan Psikologi
Sesi pertama
Kami diajak melihat beberapa video
Video pertama menggambarkan hal – hal yang
berhubungan dengan kognitif.
Video kedua menggambarkan keindahan seni
Video berikutnya kami diajak untuk melihat
hubungan kita dengan keluarga , baik ayah dan ibu.
Kita diajak untuk melihat hal – hal yang dapat dibanggakan
dalam keluarga kita, menulis hal – hal positif yang ada dalam ayah dan ibu
kita. Lalu mencocokkan sikap kita dengan sikap ayah, ibu kita.
Sesi kedua
Dalam sesi kedua kami diajak untuk melihat
berbagai aliran – aliran yang ada dalam psikologi.Dimana aliran – aliran itu ada aliran:
1. Elementisme / strukturalisme
Tokoh : Wilhelm Wundt
Seorang sosiolog, filsuf, pakar hukum, dokter, psikolog
Mendirikan lab psikologi pertama di Leipzig tahun 1879
Pada saat yang kurang lebih sama, di AS William James juga mengadakan eksperimen
Bedanya Wundt berusaha menemukan struktur jiwa, James mencari fungsi dari jiwa.
2. Fungsionalisme
-
Dipelopori oleh William
James
-
Tujuannya untuk
menjelaskan mind/ jiwa berdasarkan fungsinya
- Metode : introspeksi, eksperimen, observasi tingkah laku
3. Behaviorisme
Hal yang diukur : efek
lingkungan terhadap perilaku yang tampak pada manusia dan binatang
Dasar pemikiran : hanya
mengamati kejadian – kejadian yang bisa dipelajari secara ilmiah
4.Psikoanalitis

Tokoh : Sigmund Freud, Carl Gustav Jung
Hal yang diukur : perilaku
berasal dari proses yang tidak disadari
Dasar pemikiran : motif
yang tidak disadari dan kepribadian dan gangguan mental pada masa kanak –
kanak.
5.Humanistik
Hal yang diukur: keunikan pengalaman manusia
Dasar pemikiran: manusia itu bebas, rasional dengan perkembangan pribadi, dan sangat berbeda dengan binatang
Secara umum peranan filsafat dalam psikologi adalah
- Filsafat bisa menegaskan akar historis imlu psikologi. Seperti kita tahu, psikologi, dan semua ilmu lainnya, merupakan pecahan dari filsafat.
- Dalam filsafat kita bisa menemukan refleksi – refleksi yang cukup mendalam tentang konsep jiwa dan perilaku manusia
- Filsafat bisa memberikan kerangka berpikir yang sistematis, logis, dan rasional bagi para psikolog, baik praktisi maupun akademisi.
- Filsafat juga menyumbangkan metode fenomenologi sebagai alternatif pendekatan ilmu psikologi. Fenomenoloi sendiri memang berkemabang di dalam filsafat.
- Filsafat juga mengangkat asumsi – asumsi yang terdapat di dalam ilmu psikologi
- Filsafat juga bisa berperan sebagai fungsi kritik terhadap asumsi tersebut. Kritik disini buan diartikan sebagai kritik yang menghancurkan, tetapi sebagai kritik konstruktif, supaya ilmu psikologi bisa berkembang kea rah yang lebih manusiawi, dan semakin mampu memahami realitas kehidupan manusia.
Sumber:
- Kapita Selekta Kbk Filsafat
- Modul dan penjelasan tentang filsafat psikologi
Salam Hangat,
Audrey





Tidak ada komentar:
Posting Komentar