Selasa, 07 Oktober 2014

DAY 9

Field Trip Kampung Betawi

 
}  Kampung Betawi diresmikan tanggal 20 Januari 2001 oleh Gubernur Sutiyoso.
}  Kampung Betawi adalah hasil musyawarah antara rakyat dan Pemprov DKI.
}  Luas Kampung Betawi 289 hektar dengan 4 RW, yaitu RW 6,7,8,9.
}  Objek wisata di Kampung Betawi dibagi 3, yaitu:

  1. Objek wisata budaya (rumah adat, kesenian, joglo, dll)
  2. Objek wisata agro
  3. Objek wisata air

 
SENI DAN BUDAYA
Pementasan
}  Lenong
}  Topeng
}  Tanjidor
}  Marawis
}  Gambang Kromong




Pakaian
}  Baju adat Betawi untuk laki-laki disebut Sadaria (peci, cukin, baju koko)
}  Baju adat Betawi untuk perempuan disebut Kebaya atau Encim




Kuliner
}  Dodol
}  Kerak telor
}  Wajik
}  Geplak
}  Kembang goyang
}  Gulali




Batik Betawi



}  Tahun 2013, keluarga batik betawi didirikan.
}  Ada 12 sanggar batik betawi
}  Ciri khas dari batik betawi adalah warnanya yang cerah.






Bahasa Betawi
Bahasa Betawi ada 2 jenis, yaitu:
  1. Bahasa Betawi Pinggir: menggunakan bahasa seperti bahasa Indonesia. Contohnya: “siapa” tetap menjadi “siapa”
  2. Bahasa Betawi Tengah: menggunakan dialek bahasa Melayu. Contohnya: “siapa” menjadi “siape”
Tarian
}  Tari Lenggang Nyai
}  Tari Topeng Betawi
}  Tari Yapong

Refleksi
}  Betawi kaya akan seni dan budaya, oleh karena itu budaya betawi harus terus dilestarikan.
}  Pemerintah juga harus lebih menggalakkan dan memperhatikan budaya betawi, karena selama ini budaya betawi sudah hampir hilang.
}  Tata krama dalam masyarakat betawi juga harus terus dijaga. 

ETOS KERJA
Pada field trip ke Perkampungan Budaya Betawi kemarin, kami tidak hanya belajar mengenai kebudayaan di sana, tetapi kami juga belajar tentang etos kerja yang dilakukan oleh para pedagang yang ada di tempat ini.
Berikut ini adalah hasil wawancara kami dengan para pedagang di tempat ini.




Nama: Ade
Pekerjaan: Penjual es potong
}  Usia : 24 tahun
}  Lama bekerja :  5 tahun , sebelumnya kerja serabutan
}  Pengalaman Indah : Pada saat berjualan banyak pembeli, sehingga mendapat banyak masukan  dan jika cuaca cerah
}  Pengalaman buruk : pada saat musim hujan , karena pemasukan menjadi berkurang
}  Keluarga : Sudah berkeluarga dan mempunyai anak , berumur satu tahun
}  Keuntungan berjualan :  Cukup untuk biaya hidup sehari hari
}  Nilai religi : Rajin sholat
}  Nilai – nilai kehidupan : Kita harus komitmen dalam peraturan, seperti antara karyawan dan bos
}  Harapan : ingin mempunyai usaha sendiri



Nama: Yayat
Pekerjaan: Penjual ketupat sayur
}  Usia : 24 tahun
}  Lama bekerja : 3 tahun
}  Pengalaman indah : Saat bekerja dapat bertemu teman baru
}  Pengalaman buruk : Saat jualan sepi
}  Pendapatan : 200 ribu per hari
}  Keluarga: Sudah berkeluarga , mempunyai 1 anak, berumur 7 tahun
}  Tujuan berjualan: Mampu untuk membiayai kehidupan sehari hari dan untuk membayar kontrakan
}  Nilai religi: Rajin sholat
}  Nilai – nilai kehidupan: Kita harus rajin, dan taat beribadah, misalnya yang dicontohkan oleh Pak Yayat dengan sholat sebelum bekerja.

Nama: Mini
Pekerjaan: Penjual gorengan dan   kerupuk
}  Usia : 45 tahun
}  Lama bekerja : 5 tahun
}  Pengalaman baik : Dengan bekerja dapat menyekolahkan anak
}  Pengalaman buruk : Jika pada saat berjualan tidak laku atau sepi
}  Keluarga : Sudah berkeluarga dan mempunyai tiga anak berumur 25, 30, 35 tahun. Suami sakit sejak tahun 2009
}  Nilai religi : mengikuti pengajian , dan rajin sholat
}  Nilai – nilai kehidupan : Kita harus rajin, seperti yang dicontohkan oleh Bu Ani dengan siap – siap bekerja dari jam tiga pagi , dan kreatif

Nama: Mawar
Pekerjaan: Penjual umang- umang
}  Usia : 66 tahun
}  Lama bekerja : 4 tahun, sebelumnya jual pakaian
}  Umang – umangnya diambil langsung dari Padang, Ia beli  dari nelayan
}  Pengalaman baik : Saat ramai pengunjung, dan tempat berjualan selalu aman
}  Pengalaman buruk : Menurut Pak Mawar, selama ini belum ada
}  Keluarga : sudah berkeluarga mempunyai  4 anak dan 3 cucu
}  Tujuan berjualan : untuk mengisi waktu luang
}  Pendapatan : bervariasi, kalau hari Minggu bisa 600 ribu
}  Nilai Religi : taat beribadah ( sholat )
}  Nilai – nilai kehidupan :  harus fokus , disiplin 


Nama: Achmad
Pekerjaan: Buruh sekaligus pembuat jala ikan
}  Usia : 59 tahun
}  Lama bekerja : Sejak kecil
}  Pengalaman Indah : Saat bekerja selalu damai , dan tenteram
}  Keluarga : sudah berkeluarga mempunyai 3 anak dan 5 cucu
}  Nilai religi : taat beribadah
}  Nilai kehidupan : Tanggung jawab sama keluarga
 

Nama: Husein
Pekerjaan: Penjual Gulali
}  Usia : 37 tahun
}  Lama bekerja : 10 tahun, sebelumnya bekerja di konveksi
}  Keluarga : sudah berkeluarga, mempunyai 2 anak, kelas 5 SD dan TK
}  Pengalaman indah : Saat berjualan laku
}  Pengalaman buruk : Pada saat diundang ikut acara, tetapi tempatnya udah penuh
}  Pendapatan : kira kira 100 ribu per hari
}  Keuntungan : Dapat untuk menyekolahkan anak , dan membuat rumah
}  Nilai religi : Rutin sholat
}  Nilai kehidupan : bersyukur dan tidak mudah putus asa

Nama: Dewi
Pekerjaan: Penjual dodol
}  Usia : 34 tahun
}  Lama bekerja : 6 tahun jualan
}  Dodolnya dibuat sendiri
}  Pendapatan : Kalau sepi 100 ribu, kalau banyak pembeli seperti saat lebaran bisa 3 juta per hari
}  Pengalaman indah : kalau dagangan habis
}  Pengalaman buruk: Pada saat hujan karena langsung bubar
}  Keluarga : sudah berkeluarga dan punya 2 anak
}  Nilai religi : ada mushola jadi pasti akan sholat
}  Nilai kehidupan : harus kreatif, misalnya kalau hari libur dagangan banyak, produk dibuat berbagai variasi 

Nama : Edoy
Pekerjaan: Penjual Cincau
}  Usia : 50 tahun
}  Lama bekerja : 12 tahun
}  Cin caunya diambil dari orang lain
}  Keluarga : sudah berkeluarga, dan punya tiga anak , berumur 6, 16, dan 20 tahun
}  Pengalaman Indah : Saat hari raya atau hari libur banyak pembeli
}  Pengalaman buruk : Saat sepi/jualan tidak laku
}  Pendapatan : kalau sepi 20 ribu
}  Keuntungan : Cukup untuk kebutuhan sehari hari
}  Nilai religi : taat ibadah
}  Nilai Kehidupan : harus punya komitmen dan rajin

Refleksi
}  Dalam kehidupan kita sehari hari, terutama saat bekerja kita harus mengutamakan Tuhan, menjalankan komitmen yang telah dibuat, rajin, fokus saat bekerja, disiplin dan bersyukur.
}  Selain itu kita juga harus mengingat keluarga kita.

Pengaruh Globalisasi terhadap Budaya Betawi
Ø  Negatifnya:
      Bahasa Betawi Tengah mulai hilang karena pengaruh dari budaya-budaya lain.
Ø  Positifnya:
      Batik Betawi mulai dikenal masyarakat luar Indonesia
 
 

Sumber :
Bang Adi, petugas di kampung betawi
Orang - orang di kampung betawi
Pengalaman hasil field Trip
 
                                                                                                             Salam Hangat,
                                                                                                       Audrey
 
 
 
 
                                     
 
 

 

 
 
 
 




2 komentar:

  1. wow...mantab..di post ini bisa liat anggota dari grup kamu lebih baik lagi n bisa liat suasana di kampung betawinya...90 =D

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus