SESI PERTAMA
SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME
SUBYEKTIVISME
PENGANTAR
Semua pengetahuan
tentang sesuatu “yang bukan aku” atau “yang diluar diri sendiri” diragukan kepastian kebenarannya.
Atau pengetahuan yang tidak langsung.
RENE DESCARTES
- Descartes menolak skeptisme yang membawanya jutru kearah subjektivisme
- Skeptisme artinya meragu – ragukan kemungkinan bahwa manusia bisa mengetahui sesuatu karena tidak ada bukti yang cukup bahwa manusia benar – benar tahu tentang sesuatu.
- Descartes seorang rasionalis. Baginya rasio adalah satu – satunya sumber dan jaminan kebenaran. Sehingga ia meragukan pengalaman inderawi.
- Kedalam posisi yang ekstrim disebut solipsisme. ( Bahasa latin gabungan antara Solus dan Ipse yang berarti “ia sendiri pada dirinya”)
- Kesadaran akan diri sendiri bukan suatu intuisi langsung tentang diri dalam gagasan yang terpilah pilah sebagaimana yang dipahami Descartes.
- Kesadaran akan diri sendiri merupakan hasil dari suatu proses bertahap melalui pengalaman pergulatan dengan dunia luar
- Kita mengenal keberadaan dunia luar diri dari pengalaman berhadapan dan berinteraksi dengannya.
- Aku sadar dan kenal diriku justru dalam kesadaran dan pengenalan yang bukan aku.
- Apabila paham subyektivisme hanya mau dikatakan tentang pentingnya peran subyek atau sisi subyektivitas pengetahuan, maka paham ini masih dapat diterima.
- Apabila mengklaim
bahwa sesungguhnya ada dan dapat diketahui dengan pasti itu hanyalah subyek dan gagasannya, sedangkan semuanya
yang lebih baik adanya maupun dapat diketahui perlu
diragukan, maka paham subyektivisme tersebut tidak dapat diterima.
OBYEKTIVISME
PENGANTAR
- Menekankan bahwa butir – butir pengetahuan manusia dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks mempunyai sifat dan ciri yang melampaui ( di luar ) keyakinan dan kesadaran individu ( pengamat )
- Pengetahuan diperlakukan sebagai sesuatu yang berada diluar ketimbang didalam pikiran manusia
Obyektivisme merupakan
pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu
ada dan bebas dari kesadaran manusia.
PANDANGAN DASAR
1.
Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif
2.
Kebenaran itu datang dari bukti factual
3.
Kebenaran hanya bisa didasari dari
pengalaman inderawi
Pandangan ini sangat
dekat dengan positivism dan empirisisme
SIFAT – SIFAT OBYEK
- Bersifat “umum” dalam arti bahwa obyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas
- Bersifat permanen, baik untuk dipersepsikan ataupun tidak.
PENJELASAN
Untuk mempercayai
kebenaran kesaksian inderawi, beberapa syarat harus dipenuhi:
1.Obyek harus sesuai
dengan jenis indera kita.
2. Organ indera harus normal dan sehat.
3. Karena obyek
ditangkap melalui medium, maka medium
itu harus ada.
PERBEDAAN
1.Obyek Khusus: data
yang ditangkap oleh hanya satu indera. Misalnya : warna, suara, bau.
2.Obyek Umum : data
yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan.
- Keyakinan tidaklah selalu obyektif dalam hubungannya dengan kesadaran pertimbangan, tetapi obyek – obyek konseptual benar – benar bersifat obyektif.
- Masalah persepsi tetap merupakan masalah yang paling besar yang tidak terpecahkan di dalam keseluruhan epistemologi.
sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Romo Carolus Suharyanto,Lic.Theol
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Romo Carolus Suharyanto,Lic.Theol
KONFIRMASI, INFERENSI, DAN KONSTRUKSI
TEORI
KONFIRMASI
ASAL KATA
Etimologi: Confirmation
( Inggris ) , artinya penegasan memperkuat.
Ada dua aspek
konfirmasi:
Konfirmasi Kuantitatif
Misalnya membuat
penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yang akhirnya membuat
suatu kesimpulan yang bersifat umum ( generalisasi )
Konfirmasi Kualitatif
Misalnya dalam penelitian
yang menjalankan model wawancara mendalam ( depth
interview )
JENIS - JENIS
1.Decision theory : kepastian berdasarkan keputusan
2.Estimation theory : kepastian dengan memberi peluang benar –salah melalui
konsep probabilitas.
3. Reliability theory : kepastian dengan mencermati stabilitas fakta/
evidensi yang berubah- ubah terhadap hipotesis.
INFERENSI
PENGERTIAN
- Artinya
penyimpulan / proses membuat kesimpulan
- Penyimpulan : bisa
berupa “mengakui” atau “memungkiri” suatu kesatuan antara dua pernyataan.
JENIS – JENIS
1.Inferensi induktif :
dari hal – hal yang khusus ( sampel ) ke hal – hal yang umum
2.Inferensi deduktif :
dari hal – hal yang umum ke yang khusus
- Inferensi langsung :
penarikan kesimpulan hanya dari satu premis
- Inferensi tidak
langsung : penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis
HUKUMNYA
- Kalau premis – premis
benar, maka kesimpulan benar.
- Kalau premis – premis
salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
- Bila kesimpulan
salah, maka premis – premis juga salah.
- Bila kesimpulan
benar, maka premis – premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.
KONSTRUKSI TEORI
DEFINISI
Teori = model /
kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami / social tertentu.
DUA KUTUB ARTI TEORI
Kutub 1 : Teori sebagai
hukum eksperimental
Kutub 2 : Teori sebagai
hukum yang berkualitas normal, seperti teori relativitasnya Einstein
TIGA MODEL KONSTRUKSI TEORI
1.Model Korespondensi :
kebenaran dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
2.Model Koherensi :
sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu
3.Model Paradigmatis: kebenaran
ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks
ALIRAN DALAM KONSTRUKSI TEORI
- Reduksionisme : pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris, dan tidak dapat diuji langsung.
- Instrumentalisme : terarah dan terkonstruksi
- Realisme : teori dianggap benar bila real, secara substantive ada, bukan fiktif.
sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Bapak Mikha Agus Widianto,M.Pd
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Bapak Mikha Agus Widianto,M.Pd
SESI KEDUA
LOGIKA
Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas – asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
OBYEK LOGIKA
Objek
Material, manusia itu sendiriObjek Formal, akal budi
MACAM – MACAM
1.
Logika kodrati : spontan
2.
Logika ilmiah : mempertajam akal budi
3.
Logika formal : kebenaran bentuk
4.
Logika material / isi : kebenaran isi
DEDUKTIF DAN INDUKTIF DEDUKTIF
- Sering disebut silogisme , yang artinya suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis – premis dan dari premis – premis itu ditarik suatu kesimpulan.
- Argumentasi –
argumentasi deduktif dinilai lebih berdasarkan atas sahih (valid) atau tidak
sahih ( invalid)
Premis dianggap “benar” apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya premis dianggap “salah” apabila tidak sesuai dengan realita.
CIRI – CIRI
1.Semua pernyataannya
adalah proposisi kategoris2.Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan
3.Dua premis dan satu kesimpulan secara bersama – sama membuat tiga term yang berbeda.
CONTOH
Premis Mayor : Setiap cendekiawan adalah kaum intelektual
Premis Minor : Psikolog adalah cendekiawan
Konklusi: Jadi, psikolog adalah kaum intelektual
INDUKTIF
- Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau particular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu.
- Atas dasar fenomena, fakta atau data tertentu dirumuskan dalam proposisi tunggal tertentu, ditarik kesimpulan yang dianggap sebagai benar dan berlaku umum.
- Akibatnya,
argumentasi yang terdapat dalam penalaran induktif tidak dinilai sebagai valid
(sahih) atau invalid (tidak sahih), melainkan berdasarkan probabilitas.
1.Premis – premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris
2.Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas
3.Kseimpulan induksi itu memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
CONTOH
Mangga I : kuning
besar, matang ternyata manis Mangga II : kuning besar, matang ternyata manis
Mangga III : kuning besar, matang ternyata manis
Mangga IV : : kuning besar, matang
Kesimpulannya : mangga ke IV tentu manis juga
CRITICAL THINKING
PENGERTIAN - Mengamati / memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman
- Pemeriksaan,
pengamatan, mengintepretasikan dan mengevaluasi argument dalam rangka
menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru.
KARAKTERISTIK
1.Rasional ,
Reasonable, Reflektif : berdasarkan alasan dan bukti 2.Melibatkan Skepticism yang Sehat dan Konstruktif
3.Otonomi : tidak mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri
4.Kreatif : menciptakan ide – ide orisinal
5.Adil : Tidak bias atau berpihak
6.Dapat Dipercaya dan Dilakukan
PEMIKIR KRITIS AKAN MEMPRAKTEK KETERAMPILAN KOGNITIF DALAM
Analisa, Aplikasi
Standar, Diskriminasi, Pencarian Informasi, Pembuatan Alasan Logis, Prediksi, Transformasi
Pengetahuan
LIMA MODEL BERPIKIR KRITIS
T: Total Recall (
mengingat fakta atau kejadian )H: Habits ( diulang – ulang dengan sering )
I: Inquiry ( pencarian informasi )
N: New Ideas and Creativity ( membuat ide baru dan kreativitas )
K : Knowing how you think ( bagaimana kita berpikir )
KLASIFIKASI DAN DEFINISI
KLASIFIKASI /
PENGGOLONGAN - Pekerjaan budi kita untuk menganalisis, menggologkan, dan menyusun pengertian – pengertian dan benda – benda menurut kesamaan dan perbedaanya
- Landasan bagi ilmu
pengetahuan manusia
1. Harus lengkap ( meliputi keseluruhan dan terperinci )
2.Harus sungguh – sungguh memisahkan ( tidak ada tumpang tindih )
3.Harus menurut dasar yang sama ( konsisten )
4.Harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai
DEFINISI
PENGERTIAN
Perumusan yang singkat, padat, jelas dan tepat untuk menerangkan ‘apa sebenarnya suatu hal tersebut’ sehingga dapat dimengerti dan dibedakan dari semua hal di luar dirinya.
JENIS – JENIS
1.Definisi Nominal
- Sinonim
- Mengupas asal – usul kata
- Berguna untuk memberi petunjuk
2.Definisi Real
- Sifat khas / hakikat
- Kumpulan sifat – sifat
ATURAN
1.Harus dapat dibolak – balik
2. Hal yang didefinisikan tidak boleh masuk kedalam definisi
3. Tak boleh negative
4. Harus sungguh – sungguh menjelaskan
5. Harus tepat perumusannya
6. Tidak boleh metafora / perumpamaan
KEPUTUSAN
PENGERTIANPerbuatan manusia yang mengakui / memungkiri kesatuan hubungan antara dua hal.
Dibagi 2 :
Keputusan afirmatif ( positif ): mengiyakan
Kuputusan negative : meniadakan / memungkiri
-
Singular : predikat
diakui / dipungkiri oleh hanya tentang satu hal dengan tegas
- Partikular : predikat
diakui/dipungkiri tentang sebagian luas S
- Keputusan Universal : predikat dipungkiri/ diakui tentang seluruh luas S
sumber :
Slide Show dan penjelasan yang diberikan Romo Carolus Suharyanto,Lic.Theol
http://wiwitna.blogspot.com/2013/03/keputusan.htmlSlide Show dan penjelasan yang diberikan Romo Carolus Suharyanto,Lic.Theol
http://vidyasury.com/2014/02/composers-for-relief-beyond-the-binding-book-cover-reveal.html
Salam Hangat,
Audrey

postingan kamu bgus deh cresen, komplit jugaa.. keep it up and keep posting yaa.. :)) aku kasi nilai 90.. ;))
BalasHapusThankyou Novia, Keep posting juga yaa :)
HapusWah backgroundnya lucu yaaa trus postingannya lengkaaaap :)
BalasHapusThankyou komentarnya :)
Hapusbagus sekali punyaaa audreyyy 90 buat kamu:)
BalasHapusThankyou :)
Hapusbagus nih, point pointnya jelas, 90 ya :)
BalasHapusHaha.. Thankyou :)
HapusBlognya bagus & lengkap banget. 90 buat kamu :)
BalasHapusThankyou yaa :)
Hapuskeren blognya.. lengkap siiih... tapi kreativitas tetap di tingkatkan ya... :D nilai 90 buat kamu
BalasHapusHaha.. Thanks masukannya :)
Hapuswah lengkap isinya, sistematis lagi, aku kasih nilai 85 yaa
BalasHapusThankyou Khenly :)
HapusHai, blog kamu bagus dan rapih, aku kasih nilai 83 yaa :D
BalasHapusThankyou komentarnya :)
HapusAudrey blognya rapih. Backgroundnya lucuuu.... 85 yaaaa :)
BalasHapusThankyouu komentarnyaa :)
Hapusbgus bgt blog nya,, nilai 86 ya
BalasHapusThankyou faby :)
Hapuswaaaah nice post... 90 yahhh
BalasHapusthankyou komentarnya :)
HapusIsinya padat dan bermanfaat, 87 ya untuk kamu
BalasHapusThankyouu yaa
Hapusbaguss rapih,90 yaa :)
BalasHapusThankyou yaa :)
Hapus