Materi hari kedua membahas dua cabang dari
filsafat yaitu Metafisika dan Aksiologi. Selamat membaca...
METAFISIKA
- Etimologis: meta ta physika = sesudah fisika. Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan filsafat kedua ( fisika )
- Beragam arti metafisika:
- Upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan
- Usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas
- Pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada.
- Pembagian Metafisika :
- Metafisika Umum ( ontology )
- Metafisika Khusus : kosmologi, teologi metafisik, filsafat, antropologi
METAFISIKA UMUM ( Ontologi )
- Membahas segala sesuatu yang ada secara
menyeluruh
- Apakah realitas yang tampak beraneka ragam itu
pada hakekatnya satu atau tidak?
- Tiga teori ontologis :
- Idealisme : ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya.
- Materialisme : menolak hal yang tak kelihatan.
- Dualisme : tipe fundamental substansi adalah materi ( secara fisis ) dan mental ( tidak kelihatan secara fisis )
METAFISIKA KHUSUS ( Teologi Metafisik )
- Kosmologi : ( kosmos = dunia/ketertiban, logos=kata, ilmu) jadi artinya memandang alam sebagai totalitas dari fenomena.
- Teologi Metafisik : membahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan
Terdapat argument ontologis
artinya, semua manusia punya ide tentang Allah.
1.Argumen Kosmologis : setiap akibat
pasti punya sebab
2.Argumen Teologis : segala
sesuatu ada tujuannya
3.Argumen Moral : membedakan baik
dan buruk
TOKOH – TOKOH
- David Hume: menolak Allah dan kebenaran
agama
- Feuerbach : egoisme
- L. Feuerbach : Allah adalah gambaran keinginan
manusia
- F.Nietzche : Allah itu sudah mati
- Sigmund Freud : tiga fungsi Allah ( penguasa
alam, mendamaikan manusia, menjaga agar
ketentuan / peraturan budaya
dilaksanakan )
sumber : slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Dr.Raja Oloan Tumanggor
PENGERTIAN
- Berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu axios
(nilai) dan logos (ilmu)
- Nilai berkaitan dengan kegunaan
- Cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana
manusia menggunakan ilmunya.
- Ilmu yang membicarakan tujuan ilmu pengetahuan
itu sendiri
PENGERTIAN LAIN:
- Menurut Surisumantri , aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh
- Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah
- Tentang perilaku etis
- Aksiologi memberikan jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan.
- Bagaimana kaitan antara pengetahuan tersebut dengan kaidah - kaidah nilai.
- Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan pertimbangan
FAKTA DAN NILAI
- Aksiolog membedakan " yang ada "
dengan nilai, membedakan fakta dan nilai
- Fakta = sesuatu yang ada secara nyata, Nilai = sesuatu yang berlaku
- Nilai berperanan dalam suasana apresiasi,
sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi.
- Fakta selalu mendahului nilai
- Macam - macam nilai : nilai ekonomis, nilai
estetis
NILAI MORAL
Nilai dibagi menjadi empat kelompok :
1.Nilai
kesenangan dan tidak kesenangan: terdapat dalam objek yang perpadanan
dengan
mahluk punya indera
2. Nilai
vitalitas: perasaan halus, kasar, luhur,dll
3. Nilai
rohani / nilai estetis
4. Nilai
religious: kudus dan tidak kudus menyangkut objek absolut
Nilai vital lebih tinggi dari nilai kesenangan,
nilai rohani lebih tinggi dari nilai vital, dst.
Nilai moral juga berkaitan dengan :
tanggung jawab, hati nurani, mewajibkan, bersifat
formal
NILAI SEBAGAI KUALITAS YANG TIDAK RIIL?
- Nilai itu tidak ada untuk dirinya sendiri
- Nilai butuh pengemban untuk berada
- Nilai bukan benda, melainkan sifat, kualitas
PEMBAGIAN AKSIOLOGI
aksiologi dibagi dalam 2 bagian :
1. Etika
- mengkaji tentang prinsip - prinsip dan konsep
perilaku manusia
- memuat pendapat, norma dan istilah moral
2. Estetika
- mengkaji prinsip atas berbagai bentuk seni
- pengalaman keindahan yang dimiliki manusia
OBYEKTIVITAS DAN SUBYEKTIVITAS NILAI
- Dikatakan obyektif apabila nilai - nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilai.
- Dikatakan subyektif apabila subyek berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnya.
PERANAN NILAI BAGI KITA
1. Objek sejati bagi tindakan manusia.
2. Mengarahkan manusia dan memberi daya tarik
bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui
tindakan - tindakannya.
3. Menata hubungan social dalam masyarakat.
4. Memperkuat identitas kita sebagai manusia.
sumber :
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Mikha Agus Widiyanto, S.Th.,M.Pd.
http://www.firstcovers.com/userquotes/130150/all+your+dreams+can.html
slide show dan penjelasan yang diberikan oleh Mikha Agus Widiyanto, S.Th.,M.Pd.
http://www.firstcovers.com/userquotes/130150/all+your+dreams+can.html
TUGAS KELOMPOK
Memberikan penilaian terhadap UNTAR, baik dari
segi gedung, fasilitas, mahasiswa, lingkungan, pengajar, dan kegiatan -
kegiatannya.
Salam Hangat,
Audrey

Audrey blognya bagus dan lengkap deh hehe.. Aku kasi nilainya 87 ya :)
BalasHapusThankyou Christina :)
Hapusbagus deh blog nya, aku kasih 90 yaa :)
BalasHapusThankyou yaa,,,
Hapusblognya baguss dehh audreyyyy.. 89 untuk kamu :D
BalasHapusThankyou yaa...
Hapusbaguus audrey 87 ya
BalasHapuskunjungin blog gue ya binarpsikologi.blogspot.com
Thankyou ya.. Udah aku kunjungi juga ya...
Hapus